Sebuah Realita

Author: rahman.dheone // Category:

baru satu bulan aku pindah ke kost baru, hawa kerinduan pada ibu kost sungguh luar biasa ku alami, perhatiannya dengan masakannya, rasa memanjakannya dengan memberikan aku kebebasan buat memili tempat tidur hanya sekedar agar aku bisa lelap tidur dan bagaimana aku dipersilahkan membawa tamu wanita ke dalam rumahnya, itu yang aku pikirkan selama ini dan rasa kesepian yang aku alami sekarang membuat aku kesulitan untuk melupakan moment itu.

waktu itu tidak akan pernah terjadi lagi, aku harus berpisah dengan keindahan dan kembali ke situasi yang sungguh tidak diharapkan namun aku bahagia karena terlepas dari budi siapa aja yang membantuku, aku bangun dengan sendiri, menyiapkan makanan sendiri, mencuci baju secara terjadwal dan suasana kost yang kurang nyaman bagiku. seperti terdahulu, dan kembali kepada dahulu, situasai ini tidak pernah berubah, hanya saja setelah masa baikku, masa indahku, masa manjaku, aku merasa sedikit kaget dengan perubahan drastis ini.

aku kembali kehabitatku, aku menyendiri, aku melakukan aktifitasku dengan kreasiku sendiri, tanpa komentar dari orang lain, aku bebas menentukan nasib hidupku. dan sebuah perjalanan indah yang baru sudah aku gapai, sekarang aku bekerja di sebuah perusahaan, perusahaan outsourching tapi cukup bagus dalam menutupi masa burukku beberapa bulan yang lalu.

Siklus Kehidupan

Author: rahman.dheone // Category:


udah lama juga yah aku gak blogging, hmm, sudah lebih dari 3 bulan, dan rasanya seperti lama tidak memakan makanan yang enak, ya seperti itulah kondisiku sekarang ini, semua hampir kulalui, siklus menjadi orang bodoh lalu kemudian menjadi pandai, situasi memiliki banyak uang lalu tiba - tiba jatuh karena kerugian akan spekulasi nasib pada diri sendiri, aku mengakuinya sebagai bentuk prosesi sebuah perjalanan kehidupan.

aku yang mendapatkan umur yang jauh lebih tua dibandingan-kan teman - teman kerjaku yang memiliki pola pikir yang kekanak-kanakan, membuat aku sulit beranjak pergi dari masa laluku, semua teman sudah melangkah ke kehidupan yang baru, menikah dan kemudian memiliki anak serta tak kerepotan dalam berpikir bagaimana kekosongan akan menghampiri hidup mereka.mereka memilih dan mereka mendapatkan kebahagiaan akan pilihan itu, tapi itu mereka, mereka yang hanya berpatokan pada unsur turun - temurun dalam siklus kehidupan.

bagiku, mencari wanita dan kemudian menikahinya adalah prosesi kehidupan yang tak mungkin luput dari siklus ruang lingkup yang mengitari anak adam, semua terjadi karena mereka meniru terdahulu, lalu untuk apa kehidupan itu dibuat serupa? lalu kenapa dibiarkan masalah itu selalu serupa? bukan kah rasa bosan yang akan menghampiri dikala kita hidup dalam perulangan?. dan setiap anak adam selalu memiliki kesempatan untuk berubah, dia yang berubah menjadi baik adalah pemenangnya dan akan mendapatkan kehidupan abadi di dunia yang berbeda.

Perpisahanpun Terjadi

Author: rahman.dheone // Category:
ini adalah awal aku berpisah dengan seorang teman kost, setelah aku berkenal dan mengisi hari demi hari, kita pun merencanakan tujuan hidup masing - masing, dalam keadaan tidak baik, kita harus bisa menjadi pribadi dewasa setelah kita tak lagi menjadi sahabat pena.

pertama kali kenal selalu mencerminkan perilaku yang menyenangkan, segala sisi buruk seolah tak berarti, setiap kesalahan hanya lah sebuah hal yang tak perlu disesalkan, aku menghargai dia yang sudah berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari, meski akhirnya bencana menghampiri kita berdua, kita yang dulunya menjadi teman akrab, berpisah dalam keadaan yang 180 derajat dari pertemuan.

Benny adalah anak nganjuk yang notabene memiliki karakter yang mirip sekali denganku, kerja di ruang lingkup yang sama, namun jauh memiliki pola pikir dalam menyikapi hidup, dia terlihat santai dengan dunia nya sendiri, yang membuat hubungan kami tidak menemui titik kesenambungan, meski diawal aku bisa menerimanya, 6 bulan cukup bagiku berbagi pengalaman hidup dengannya.

Hasil Dari Reaksi

Author: rahman.dheone // Category:
baru tahu bagaimana kesepian bertubi - tubi itu menghampiri, seakan hari demi hari terasa lama dilewati, sekalipun aku menemui orang baru, ada rasa yang hilang dimasa lalu, dan itu sulit sekali disamakan dengan sekarang ini.

dulu, aku memiliki teman banyak sekali, pria dan wanita selalu mendapatkan perhatian dariku dan mendapatkan simpati dari mereka dalam bentuk kepedulian, dulu saat aku dengan kepolosan, saat aku tak memiliki ambisi, saat aku belum mengerti akan adanya napsu belaka.

saat aku mendekati orang, dan begitu dekatnya, lalu orang itu hilang dan pergi begitu saja, kesannya sama seperti aku dulu, aku memperlakukan orang yang menyukaiku, yang menyanyangiku dengan tulus, aku menghakimi mereka tak pantas berteman denganku, atau karena aku lebih terkesan sesaat dalam berteman, dan sekarang karma itu sedang menemaniku setiap hari dan itu sangat sangat tidak menyenangkan, aku menginginkan perubahan setelah kesalahanku kemarin.

Sosok Panutan Lain

Author: rahman.dheone // Category:
sungguh aku mencintai kepribadian yang apa adanya, tidak dibuat buat dan tidak berlebihan, ketulusan hati muncul saat seseorang tidak terpengaruh akan bisikan atau ucapan dari orang lain, semua dilakukan karena panggilan sanubari dalam diri.

lalu aku bertemu dengan seorang wanita, dengan wajah yang cukup sempurna dibaluti dengan sikap yang menerima apa adanya akan calon pasangan, dia terlihat cocok untuk dijuluki sebagai seorang wanita idaman. wanita ini memberi pelajaran yang sangat berharga padaku, dia membuat tamparan yg cukup keras akan perbuatan yang sudah terjadi pada wanita ku sebelumnya, dia memberiku perubahan.

wanita dari makasar, risky nugra, seorang wanita yang cuek, jutek, manja, tapi perhatian, adalah wanita yang paling berkesan diantara semua wanita yang pernah jadi pasanganku, meski sesaat dia sudah berusaha memperbaiki menjadi lebih baik, apalagi dengan usia mudanya, dia jauh lebih dewasa dibanding wanitaku sebelumnya.

Kemampuan yang keliru

Author: rahman.dheone // Category:
yang membuat aku bingung dengan peningkatan kemampuan ini adalah, ketika aku menemui orang yang jauh dibawahku, ketika aku melihat sosok fisik yang lebih kurang beruntung dibanding aku, aku merasa tak pantas berhubungan dengan mereka, sementara aku takut untuk berteman dengan orang yang jauh lebih pintar dan sosok yang baik rupa denganku, ini tentu tidak masuk logika yang membuatku stay ditempat.

ya meski kusadari peningkatan ini memiliki dampak positif padaku, aku pernah melakukan perubahan yang sangat baik, aku berani bertemu dengan orang baru dengan kemampuan diatasku, aku berani tampil dengan memperkenalkan adanya seorang seperti aku kepada mereka, tak sedikit yang kubuat merasa tertantang dengan kehadiranku, ini bagus sekali.

Tapi, saat aku mendapatkan kemampuan mereka semakin merosot, aku merasa cukup dengan mereka, karena hidupku adalah dengan orang yang lebih terbaru dengan pola pikir mereka, aku berpikir kalian adalah masa lalu. Apakah karakter seperti ini salah? Apakah rasa egois menghampiriku, atau sok kepintaran mendekatiku terus sehingga aku memilah mana teman yang harus kuhampiri setidaknya ku curi ilmunya?!